HUBUNGAN PERSEPSI KESEHATAN PRIMA DENGAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI- HARI PADA LANSIA YANG MENDERITA NYERI SENDI DI UPT PUSKESMAS PAMOLOKAN SUMENEP

Sri Sumarni, Dian Permatasari

Abstract


Persepsi individu berbeda-beda dalam memahami dan menilai suatu obyek termasuk dalam memahami masalah kesehatan. Persepsi individu tentang kesehatan prima juga dapat berbeda-beda (persepsinya dapat positif atau negatif), karena hal ini dipengaruhi oleh  beberapa factor. Orang awam mengasumsikan  bahwa orang dikatakan sehat lebih diprioritaskan pada dimensi fisiknya saja, padahal dimensi lain seperti sosial, spiritual juga mengambil andil dalam membangun kesehatannya.

Tujuan menganalisis hubungan persepsi tentang kesehatan  prima dengan aktivitas kehidupan sehari-hari  pada Lansia yang menderita nyeri sendi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pamolokan Kabupaten Sumenep tahun 2015

Metode Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan dalam beberapa perspektif atau pendekatan, yaitu : berdasarkan lingkup penelitian termasuk jenis penelitian korelasi, berdasarkan tempat penelitian termasuk jenis penelitian lapangan, berdasarkan waktu pengumpulan data termasuk jenis rancangan cross sectional. Berdasarkan cara pengumpulan data termasuk jenis survey, berdasarkan tujuan penelitian termasuk jenis rancangan analitik dan berdasarkan sumber data termasuk penelitian dengan sumber data primer.

Sebagian besar Lansia yang menderita nyeri sendi memiliki persepsi positif tentang kesehatan prima, dapat melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan baik dan

Ada hubungan  persepsi tentang kesehatan prima dengan aktivitas kehidupan sehari-hari pada lansia yang menderita nyeri sendi di  Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pamolokan Tahun 2015.

Full Text:

Untitled

References


Arikunto, Suharsini. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta : PT. Rineka Cipta.

Darmojo, Boedhi dan Martono Hadi. 2000. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI.

Davidoff .2001. Pengantar Psikologi. Bandung : PT. Refika Aditama.

Dep.Kes.RI. .2006. Pedoman Tata Laksana Gizi Usia Lanjut untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta.

Dinkes Prop. Jatim. .2006.. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan. Surabaya.

Fawzi. Kesehatan Masyarakat. Jakarta :EGC.

Komnas Lansia Jatim, 2008. Kesejahteraan Lansia.

Kozier, Barbara. (2002). Fundamental of Nursing : Concepts, Process & Practice. California : Redwood City.

Mansjoer. 2001. Kapita Selekta Kedokteran edisi V. Jakarta : Rineka Cipta.

Mansjoer, Arief. (2001). Kapita Selekta Kedokteran Edisi III dan Jilid II. Jakarta : Media Aesculapius FKUI.

Munandar Ashar Sunyoto. 2004. Kecerdasan Pada Usia Lanjut dan Demensia. Jakarta: FKUI.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2002. Pendidikan Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Nugroho.W. (2000). Keperawatan Gerontik. Gramedia. Jakarta.

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Sampeoerna D,. 2002 .Keperawatan Komunitas. Jakarta : EGC.

Setiabudhi, Tony, dan Hardywinoto 1999. Panduan Gerontologi; Tinjauan dari Berbagai Aspek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumijatun, dkk, 2006 Persepsi Kader Kesehatan terhadap Kebutuhan Fisik pada Usia Lanjut di Keluarhan Cawang, Prodi Keperawatan Anestesi Poltekes Jakarta III.

Walgito, (2001), Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofi, Jogjakarta, Camisius.

Walgito, 2002. Psikologi Sosial.. Andi Offset : Yogyakarta.

WHO.2003. National Old People’s Welfare Council.

Yayasan Gerontology Abiyoso Propinsi Jatim, 2009. Kesejahteraan Lansia.




DOI: https://doi.org/10.24929/fik.v6i2.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


google scholar  crossref  GarudaISJD  

 

 

Creative Commons License
journal wiraraja medika, 
P-ISSN : 2088-405X:  2356-2919 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats