UPAYA PENINGKATAN PEMBINAAN NARAPIDANA

Sutrisni Sutrisni

Abstract


Sistem pembinaan bagi narapidana telah berubah dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan, perusahaan dari rumah penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan, bukan semata-mata hanya secara fisik merubah atau mendirikan bangunannya saja, melainkan yang lebih penting menerapkan konsep pemasyarakatan. Upaya pendidikan untuk semua lapisan masyarakat dari usia dini sampai lanjut usia, termasuk kecakapan hidup bagi narapidana yang sedang menjalani hukuman lembaga permasyarakatan.

Pengembangan pendidikan kecakapan hidup merupakan tugas dan wewenangan pendidikan luar sekolah sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang dirasakan kepada sumber daya  manusia  yang  didasarkan  kepada  sumber  daya  manusia  pengembangan pendidikan  tersebut  sangat  penting  bagi  narapidana, karena  jumlah  narapidana  di  lembaga pemasyarakatan. Khususnya di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kab. Sumenep.

Narapidana adalah  orang  yang  telah  melanggar  norma  kehidupan, mereka tidak tahan kondisi kehidupan yang serba sulit sehingga menimbulkan sifat frustasi, kehilangan pekerjaan dan masalah-masalah lain seperti tidak terpenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan dan papan) di satu pihak, dan di pihak  lain  tidak  sedikit  pula  narapidana  yang berasal  dari lapisan masyarakat yang tergolong mampu dari segi ekonomi bahkan dari kalangan elit, seperti pengusaha, politikus dan birokrat. Sehingga seseorang nekat melakukan perkosaan terhadap korbannya karena telah memaksa seorang wanita untuk melakukan hubungan suami istri di luar pernikahan yang sah tanpa keinginan wanita yang jadi korban  perkosaan  tersebut,  membuat  lembaga pemasyarakatan kelas II B Kab. Sumenep dituntut berperan aktif dalam upaya pembinaan narapidana agar kembali ke jalan  yang  benar  dan  diterima  oleh  Masyarakat,  sehingga  tidak lagi melakukan/mengulangi kejahatan.

Penelitian Upaya Peningkatan Pembinaan Narapidana. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini agar dapat memberikan Masukan bagi pihak Lembaga Pemasyarakatan Kab. Sumenep untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Berbeda dengan berpedoman Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan sehingga mantan narapidana akan benar-benar menyadari kesalahannya yang pada akhirnya akan menjadi anggota masyarakat berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Masukan bagi pihak Lembaga Pemasyarakatan Kab. Sumenep dan instansi terkait untuk dapat mencari upaya penyelesaian dalam menghadapi kendala dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kab. Sumenep.


Keywords


Peningkatan, Pembinaan, Narapidana.

Full Text:

Untitled

References


Cipta. Daroeso, Bambang. 1986. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang.

Aneka Ilmu. Harsono Hs. 1995. Sistem Baru Pembinaan Narapidana. Jakarta. Djambatan.

Kurtines dan William M. 1992. Moralitas Perilaku Moral dan Perkembangan Moral. Jakarta. UI

Muladi. 1986. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. Bandung. PT. Alumni. Moeljatno. 2000.

Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta. Rineka Cipta. Moleong, Lexy j. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Peraturan Perundang-undangan :

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

keputusan menteri kehakiman Republik Indonesia Nomor : M. 02-PK.04.10 tahun 1990 tentang pola pembinaan narapidana atau tahanan




DOI: https://doi.org/10.24929/fh.v3i1.351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


google scholar  crossref  GarudaISJD  

 

Creative Commons License
Jurnal Jendela Hukum, 
P-ISSN : 2355-5831; E-ISSN :  2355-9934 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.